KENALI OCD YUK…….

Oleh: Vesti Fresdiati, M.P.Si

Beberapa waktu yang lalu aktor Aliando melalui siaran live di instagramnya memberikan informasi yang mengejutkan bahwa dirinya selama 2 tahun terakhir mengalami gangguan OCD, bahkan beberapa orang terkenal lain seperti Prilly Latuconsina pun pada akhirnya membuka diri dan menyatakan dirinya juga mengalami gangguan OCD.  Pada akhirnya berita ini cukup mengundang keingintahuan kita tentang apa itu gangguan OCD dan bagaimana cara menaganinya.

Masih ingatkah Anda Deddy Corbuzier pernah mempopulerkan program diet yang dikenal dengan sebutan OCD? Program diet dengan cara berpuasa ini adalah akronim dari Obsessive Corbuzier Diet, program diet ini mengundang ketertarikan banyak orang untuk mencoba demi mendapatkan berat badan yang ideal.Apakah OCD yang dialami oleh Aliando terkait dengan program diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal? 

Berbeda dengan program diet tersebut, di dunia psikologi, OCD sendiri adalah salah satu gangguan kecemasan yang merupakan  akronim dari Obsessive Compulsif Disorder yaitu gangguan pikiran berlebihan (obsesive) yang menyebabkan perilaku repititif atau mengulang-ulang (compulsif). Gangguan ini umumnya terjadi karena adanya suatu dorongan dalam diri manusia karena adanya kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi manusia tersebut (motif). Sebuah contoh gangguan OCD yang dialami seorang siswa yang merasa kecemasa berlebihan jika wajahnya berjerawat sehingga ia mencuci muka  secara terus menerus setiap jeda pergantian jam pelajaran, siswa ini tak bisa menghentikan tindakan kompulsifnya untuk terus menerus mencuci muka, dan yang memprihatikan wajahnya menjadi rusak penuh jerawat karena teriritasi. Gangguan OCD ini sangat mengganggu aktivitas harian pengidapnya bahkan bisa memicu munculnya permasalahan atau gangguan lainnya.  Pengidap OCD juga dapat melakukan hal repitif yang tak terlihat seperti terus menerus menghitung dalam hati. 

Pikiran dan perilaku ini diluar kendali pengidapnya, meskipun bisa saja ia tidak ingin memikirkan dan melakukannya namun ia tak berdaya untuk menghentikannya. Kondisi ini pada akhirnya akan menganggu aktivitas sehari-hari, bahkan ketidak berdayaan untuk menghentikan OCD akan meningkatkan stres dan kecemasan yang pada akhirnya membuat pengidap mengalami gangguan psikologis yang lebih serius. Dari data Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2017, gangguan kecemasan tetap menduduki peringkat ketiga yang paling banyak dialami oleh penduduk Indonesia. 

Penyebab gangguan OCD belum dapat diketahui secara pasti namun beberapa hal ini diprediksi dapat memicu timbulnya OCD, diantaranya :

  1. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita Obsesif Kompulsif
  2. Pernah mengalami peristiwa yang membuat trauma atau stress, seperti menjadi korban perundungan (bullying), kekerasan fisik atau pelecehan seksual
  3. Menderita gangguan psikologis lain seperti depresi, gangguan bipolar dan lainnya
  4. Memiliki keperibadian yang disiplin,terlalu teliti dan sangat menyukai kerapian

Beberapa cara untuk mengatasi gangguan OCD yang dapat Anda lakukan diantaranya :

  1. kenali kecemasan yang menyebakan ocd. Setelah mampu memgidentifikasi kecemasan yang anda alami, maka atasi kecemasan tersebut
  2. kontrol perilaku OCD. Setelah mengenali kecemasan yang menjadi penyebab OCD maka kontrol perilaku compulsif anda. Misal anda cemas akan sakit karena tangan penuh kuman, atasi kecemasan tersebut, dan saat perilaku kompulsif mencuci tangan muncul maka kendalikan agar frekwensi mencuci tangan berkurang.
  3. pikirkan ketakutan anda dan tantang ketakutan itu. Misal anda takut wajah berjerawat, sehingga mencuci wajah terus menerus, maka tantang ketakutan Anda dengan cara tidak mencuci wajah kecuali saat mandi dan lakukan upaya lain untuk terhindar dari jerawat seperti tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor
  4. lakukan relaksasi agar tidak terlalu stres dengan OCD yang anda derita. Tingkat stres yang menurun akan membuat anda dapat mengelola emosi dengan lebih baik.
  5. Hidup sehat makan makanan dengan gizi seimbang dan lakukan olah raga, ingat quotes dibalik badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat? Kondisi tubuh yang sehat akan membuat Anda memiliki enerji positif dan dapat berpikir jernih
  6. Terapi Kognitif Perilaku (CBT) merupakan terapi yang digunakan untuk mengatasi OCD. Tujuan terapi ini untuk membuat pengidap OCD dapat mengatur pikirannya dan belajar jika tindakan yang dilakukannya hanya sebuah kecemasan dan tidak akan terjadi apa-apa bila perilaku OCD tidak dilakukan.

Apabila Anda mengalami hal ini, Anda dapat segera menghubungi pihak yang berkompeten untuk melakukan diagnosa seperti bertemu untuk konsultasi dengan Psikiater atau Psikolog.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen + 15 =