Marhaban Ya Ramadan Oleh Iga Astika, S.Pdi.

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ushikum Wa Nafsi Bi Taqwallah.

Nawaitu shouma….kalimat yang akrab diucap setelah shalat tarawih tiba. Bulan Ramadan yang dinanti tiap umat Muslim telah menyapa. Lalu bagaimana persiapan kita untuk mendapat keberkahan Ramadan ? biasa ? atau lebih buruk dari tahun lalu ?.Kembali mengingat tahun-tahun lalu,”apakah kita sukses mengejar berkah Ramadan?”. Dari tadzkirah tersebut kita dapat memulai Ramadan tahun ini dengan rencana matang demi mendapat “goals” yang paripurna, yaitu maghfirah (ampunan) dari Allah Swt . Ramadan  merupakan titik balik namun juga menjadi titik awal tiap-tiap insan untuk kembali berusaha mensucikan diri.

Dalam surah Al-Baqoroh ayat 183 dijelaskan bahwa puasa Ramadan merupakan suatu kewajiban, agar kita bertaqwa. Lalu apakah puasa hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja? , tentu tidak. Karena banyak hal yang menjadi penentu apakah puasa kita diterima atau tidak  oleh Allah Swt. Maka sebelum menilai apakah pasti puasa Ramadan kita diterima oleh Allah Swt alangkah lebih baik kita merenungi bagaimana keadaan kita dan ibadah kita saat ini? Kapan terakhir kali kepala kita tunduk dihadapan Allah Swt sebagai tanda kefakiran diri dan pemulyaan kepada- Nya? Adakah rasa malu dihadapan sang Pencipta, yang telah memberi akal dan kemampuan, sedangkan kita terlena dalam kehidupan, makan, dan bersenang- senang sebagaimana binatang ?.

Semoga kita bukanlah termasuk orang – orang yang merugi karena menyia-nyiakan banyak kesempatan untuk meraih pahala pada bulan suci Ramadan ini, Amin. Maka, mari kita mengingat kembali rukun dalam puasa Ramadan yaitu :

  1. Niat puasa , niat merupakan penegasan adanya kejelasan ibadah maka hendaknya tidak melupakan niat puasa .

Adapun niat puasa ada 3 macam,antara lain :

  1. At Tabyiit, yaitu berniat di malam hari sebelum subuh.
  2. At Ta’yiin, yaitu menegaskan niat : apakah akan puasa sunah atau wajib.
  3. At Tikroor, yaitu niat harus berulang tiap malamnya. Niat harus ada pada setiap malam sebelum subuh untuk puasa hari berikutnya. Jadi ,tidak cukup satu niat untuk seluruh hari dalam satu bulan.
  4. Menahan diri dari hal- hal yang membatalkan puasa. Beberapa hal yang membatalkan puasa yaitu,
  5. Makan minum
  6. Berhubungan suami istri di siang hari
  7. Muntah disengaja
  8. Keluar mani disengaja
  9. Haid.
  10. Nifas
  11. Murtad.

Setelah mengingat kembali rukun puasa maka kita juga tidak boleh melupakan bahwa puasa yang merupakan kewajiban umat muslim menjadikannya tetap harus dilaksanakan meskipun dalam kondisi pandemi ini. Dalam pelaksanaan  ibadah puasa Ramadan, hendaknya masyarakat muslim Indonesia menjalankannya dengan kondisi batin yang tenang sehingga puasa dapat dilaksanakan sesuai dengan anjuran agama. Metode yang dapat dilakukan guna mengisi waktu luang selama masa pandemi Ramadan ialah dengan membaca Al-Qur’an, bertadarus bersama keluarga, melaksanakan sholat tarawih, dan menjalankan ibadah sunnah maupun wajib lainnya. Meskipun kegiatan tersebut dianjurkan dalam agama Islam, namun sebagai makhluk sosial yang beradab dan berakhlak mulia, pelaksanaan protokol kesehatan tetaplah harus dijalankan. Cara ini dapat dilakukan dengan, pelaksanaan salat tarawih dengan metode social distancing mengikuti pengajian secara daring, selalu menjaga kesehatan, meminum suplemen kesehatan dan multivitamin saat sahur dan berbuka dan tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan darurat.

Adapun kemajuan IPTEK yang ada saat ini cukup membantu manusia dalam pelaksanaan kegiatan harian yang ada. Misalkan kegiatan yang identik dilakukan saat akhir masa Ramadan ialah pembayaran zakat fitrah, saat ini lembaga-lembaga zakat baik swasta maupun nasional banyak membuka kegiatan donasi secara daring, begitu juga dengan pembayaran zakat secara daring. Di samping itu, banyak ulama-ulama yang mengadakan seminar dan pengajian secara daring. Kemudahan yang ada tersebut selayaknya menjadi pemicu dan penyemangat umat muslim untuk bersemangat dalam melaksanakan amalan-amalan sunnah selama bulan Ramadan selama masa pandemi ini. Semoga Ramadan tahun ini menjadi berkah bagi kita semua. Amin Ya Robbal alamin.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 6 =