NATAL TAK KAN BERARTI, TANPA KRISTUS LAHIR DI HATI KITA

Oleh : Otto Roberto. S. S.Th

Secara etimologi, kata “natal” berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir).Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus. Christmas biasa pula ditulis Χ’mas, suatu penyingkatan yang cocok dengan tradisi Kristen, karena huruf X dalam bahasa Yunani merupakan singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani ChiRho.

Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan kebaktian pagi tanggal 31 Januari. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari.

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natalkartu Natal, bertukar hadiah antara teman, dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas dan akhirnya tradisi tersebut menyebar ke seluruh dunia ( https://id.wikipedia.org/wiki/Natal )

Natal bukan hanya sebagai perayaan kerohanian atau momentum untuk melakukan kebaikan bagi sesama. Dalam Alkitab bahasa Indonesia sendiri tidak dijumpai kata “Natal”, yang ada hanya kelahiran Yesus.

Apakah yang mendasari kelahiran Yesus di bumi ?

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa di Taman Eden, kejadian tersebut telah membuat jurang antara manusia berdosa dengan Allah yang Maha Kudus. Manusia tidak bisa bersekutu dengan Allah, dan Allah tidak bisa berdiam bersama sama manusia. Manusia berusaha untuk mencapai kekudusan Allah dengan melakukan segala yang baik,namun tidak mampu karena tabiat dosanya. Kejahatan manusia semakin bertambah, dan untuk selamanya manusia sebagai ciptaan yang paling mulia akan binasa.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Allah berinisiatif untuk turun ke dunia menyelamatkan manusia dengan mengambil rupa seorang manusia. Allah menjelma menjadi manusia.

I Timotius 3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Kabar keselamatan yang diinisiasi oleh Allah digenapi dalam diri Yesus Kristus. Yesaya 9:6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Kristus telah mendamaikan manusia berdosa dengan Allah yang Maha Kudus, semua karena kasih karunia. Pemberian atau anugrah Allah terbesar bagi manusia adalah AnakNya ( Kristus ).

Karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita sebagai umatNya bertanggungjawab untuk mengabarkan kabar baik dan menunjukkan kebaikan bagi sesama sebagai respon dan ucapan syukur kepada Allah. Allah telah hadir di tengah manusia ( Imanuel ), maka kita umat-Nya wajib menyatakan kehadiran Allah di tengah dunia dengan melakukan segala kebaikan. Melakukan segala kebiakan atau berbagi bagi sesama bukan hanya saat hari natal, tetapi setiap hari dalam hidup kita, karena Allah Immanuel hadir dalam setiap hari hidup kita.

“Selamat Hari Natal 2021 dan menjelang Tahun Baru 2022”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − sixteen =