PEMANFAATAN KULIT BAWANG MERAH MENJADI BAHAN PEWARNA ALAMI KAIN

Oleh : Zuyyina Hasanati, S.Pd

 

Bawang merah adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk bumbu masakan. Namun seringkali kulitnya tidak dimanfaatkan. Khusus untuk anda, saya ingin membagikan cara memanfaatkan kulit bawang merah sebagai pewarna alami pada kain. Mari saya berikan caranya….

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam dan dapat diolah serta dimanfaatkan untuk kepentingan  masyarakat. Pada umumnya semua bahan alami misalnya bagian dari tanaman yang mengandung zat pewarna dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Salah satu sumber daya alam adalah bawang merah (Allium cepa L). Bagian yang dipakai sebagai zat warna alam adalah bagian kulit bawang merah yang mengandung zat warna alam yaitu senyawa antosianin dan flaponoida. Dalam hal ini digunakan kulit bawang merah limbah rumah tangga yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal dan dibuang percuma. 

Pewarna alami yang dihasilkan merupakan pewarna alami ramah lingkungan, murah dan tahan lama. Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan serta tata caranya:

  • Alat: Pensil, gunting, kompor dan panci, sendok kayu, dan baskom.
  • Bahan: Kain katun polos warna putih, kulit bawang merah, soda abu, tawas , bahan pengikat.
  • Prosedur langkah demi langkah:
  1. Proses Ekstraksi Kulit bawang merah

1) Keringkan dan bersihkan kulit bawang merah dari kotoran-kotoran yang tercampur pada kulit bawang merah.

2) Timbang kulit bawang merah seberat 500 g.

3) Masukkan kulit bawang merah tersebut ke dalam panci. Tambahkan air dengan perbandingan 1:10. Contohnya jika berat bahan yang diekstrak 500 g maka airnya 5 liter.

4) Rebus bahan hingga volume air menjadi setengahnya (2,5liter). Jika menghendaki larutan zat warna jadi lebih kental volume sisa perebusan bisa diperkecil misalnya menjadi sepertiganya. Sebagai indikasi bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi berwarna.

5) Saring dengan kasa penyaring larutan hasil proses ekstraksi tersebut untuk memisahkan dengan sisa bahan yang diesktrak (residu). Larutan ekstrak hasil penyaringan ini disebut larutan zat warna alam. Setelah dingin larutan siap digunakan.

  1. Proses Mordating

1) Potong bahan tekstil sebagai sampel untuk diwarna dengan ukuran 25 X 25 Cm atau sesuai keinginan sebanyak satu lembar.

2) Buat larutan yang mengandung 8 gram tawas dan 2 gram soda abu (Na2CO3) dalam setiap 1 liter air yang digunakan. Aduk hingga larut. Rebus larutan hingga mendidih kemudian masukkan bahan tekstil dan direbus selama 1 jam. Setelah itu matikan api dan bahan tekstil dibiarkan terendam dalam larutan selama semalam. Setelah direndam semalaman dalam larutan tersebut, kain diangkat dan dibilas lalu dikeringkan dan disetrika. bahan tekstil tersebut siap dicelup.

  1. Pembuatan larutan fixer (pengunci warna)

Larutkan 50 gram tawas dalam tiap liter air yang digunakan. Biarkan mengendap dan ambil larutan beningnya.

  1. Proses Pencelupan Dengan Zat Warna Kulit Bawang merah

1) Kain diberi motif dengan menggunakan teknik jumputan

2) Siapkan larutan zat warna alam hasil proses ekstraksi dalam tempat pencelupan.

3) Masukkan bahan tekstil yang telah dijumput ke dalam larutan zat warna alam dan diproses pencelupan selama 15 – 30 menit.

4) Tiriskan dan buka ikatan tali dan kain dibilas dengan air bersih, kemudian dikeringkan di tempat yang teduh

  1. Proses Fiksasi

1) Masukkan bahan kedalam larutan mordan tawas, bahan diproses dalam larutan mordan selama 10 menit.

2) Bilas dan cuci bahan lalu keringkan. Bahan telah selesai diwarnai dengan larutan zat warna alam.

Nah, cara pembuatanya mudah bukan? Semoga bermanfaat…

One thought on “PEMANFAATAN KULIT BAWANG MERAH MENJADI BAHAN PEWARNA ALAMI KAIN”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 1 =