SMK Yayasan Pharmasi Semarang Bekali Guru Menulis Berita dan Opini Melalui IHT

Sebanyak 40 guru SMK Yayasan Pharmasi dari berbagai bidang studi mengikuti pelatihan intern penulisan berita dan opini, Jumat, 5 November 2021. Dalam kesempatan ini, SMK Yayasan Pharmasi Semarang sengaja mengundang narasumber dari kalangan jurnalis, yaitu Drs. Widiyartono, selaku asesor uji kompetensi wartawan PWI pusat. Acara yang digelar di lantai III laboratorium komputer tersebut disampaikan dalam dua sesi dengan durasi 4 jam. Sesi pertama dilaksanakan sebelum salat Jumat, sedangkan sesi dua dilakukan setelah salat Jumat. Dua jam pertama digunakan untuk mendengarkan paparan materi sedangkan dua jam terakhir digunakan untuk memilih topik dan menulis berita atau opini.

Acara ini terselenggara atas inisiatif kepala SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Rahayu Wahananingtyas, S.Pd., M.Pd., dengan harapan agar nantinya para guru mampu menuangkan ide atau gagasan melalui tulisan-tulisan yang dibuat. “Selama ini Bapak Ibu Guru SMK Yayasan Pharmasi  memang sudah sering mengikuti pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh pihak SMK Yayasan Pharmasi sendiri maupun pihak luar. Namun, pelatihan-pelatihan yang  diikuti lebih banyak mengarah kepada bagaimana membuat RPP maupun silabus, bukan bagaimana menulis teks, khususnya berita dan opini,” ungkap Rahayu di sela-sela sambutannya.

“Guru-guru di SMK Yaphar ini sebetulnya juga sudah sering menjuarai lomba, terutama sayembara pembuatan video sehingga nantinya harapan kami Bapak Ibu Guru juga termotivasi dan mampu membuat tulisan dari inovasi-inovasi yang selama ini sudah dilakukan. Tulisan-tulisan tersebut nantinya akan kita tampilkan di situs web sekolah maupun mencoba mengirimkannya ke media-media yang memang menampung tulisan dari para guru,” imbuhnya.

SMK Yayasan Pharmasi memang memiliki situs web yang selama ini digunakan untuk menyampaikan segala informasi terkait kebijakan maupun acara-acara yang diselenggarakan oleh sekolah. Selain itu, dalam situs web SMK Yayasan Pharmasi terdapat kolom yang memang menjadi wadah untuk menyampaikan gagasan yang dimiliki oleh para guru, yaitu kolom guru. Namun, dalam perkembangannya, sejak tahun 2015 pembuatan situs ini, berita maupun tulisan dari para guru masih belum variatif.

“Sebenarnya saya yakin kalau Bapak Ibu Guru ini sudah memiliki banyak ide yang bisa dijadikan tulisan, hanya saja masih bingung mengawali tulisan maupun mengembangkan tulisannya hingga kadang-kadang kurang berkeinginan untuk menulis. Namun, setelah memahami paparan dari Pak Wid mengenai apa itu berita dan opini, bagaimana cara mengawali tulisan dan mengembangkan tulisan kita, saya yakin Bapak Ibu Guru akan mampu menulis banyak teks berita maupun menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan untuk dipublikasikan di situs web maupun media massa,” ungkap apt. Avi Nuryani, S. Farm. selaku guru produktif kefarmasian di sela-sela pelatihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + four =