SEMARANG – Siapa bilang literasi cuma buat murid? Kali ini, giliran guru-guru keren di SMK Yayasan Pharmasi yang upgrade skill! Dalam rangka memperkuat vibes literasi di sekolah, SMK Pharmasi mengadakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru: Literasi Gak Cuma Baca, Tapi Juga Nulis Puisi pada Rabu, 18 Juni 2025. Acaranya digelar santai di Lab Komputer dan diikuti oleh semua guru dari berbagai mata pelajaran.
Pesan Keren dari Pakar Literasi
Workshop ini mendatangkan narasumber kece, Dr. Setia Naka Andrian, M.Pd., seorang dosen dari Upgris yang juga dikenal sebagai penulis dan penggiat literasi. Materinya fokus banget ke “Menulis Puisi”. Tujuannya jelas: biar Bapak/Ibu guru makin jago nulis, makin asyik mengapresiasi sastra, dan yang paling penting, bisa bikin suasana belajar jadi makin kreatif!
Dr. Setia Naka Andrian ngasih tips jitu:
“Kalau mau nulis, mulai dari apa yang kamu lihat, jangan cuma dari apa yang kamu pikirkan. Keep it simple and visual!”
Sesi workshop-nya seru banget, jauh dari kata tegang! Guru-guru tampak antusias, mulai dari belajar teori dasar, hunting diksi (pilihan kata) yang keren, sampai eksplorasi gaya bahasa. Puncaknya, ada sesi praktik langsung nulis puisi, lho!
Guru Berani Ngebacain Karya Sendiri!
Yang paling seru, beberapa guru berkesempatan ngebacain hasil puisi mereka sendiri di depan peserta lain. Suasana jadi hangat dan penuh apresiasi—bukti kalau guru-guru Pharmasi juga punya sisi artistik yang nggak kalah dari siswanya!
Kepala SMK Yayasan Pharmasi, Ibu Rahayu Wahananingtyas, S.Pd., M.Pd., totalitas banget mendukung acara ini. Beliau menyampaikan tantangan seru setelah workshop:
“Setelah ini, semua Bapak/Ibu guru wajib nulis satu puisi. Kita siapin hadiah menarik buat karya puisi yang paling good job!”
Dengan workshop ini, SMK Yayasan Pharmasi nunjukin komitmennya: budaya literasi itu harus jalan dari semua lini, mulai dari siswa sampai guru. Karena guru yang literat adalah kunci utama buat mencetak generasi yang lit (literat) dan siap bersaing!