Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata serta mendeteksi gangguan penglihatan sedini mungkin, SMK Yayasan Pharmasi bekerja sama dengan OPTIK dan anggota OSIS serta PMR untuk membantu kegiatan pengecekan mata gratis bagi seluruh siswa-siswi.
Kegiatan ini dilaksanakanpada hari Jumat 12 September 2025 di masing-masing kelas dan diikuti antusias oleh seluruh siswa dari berbagai tingkat. Tim pemeriksa yang terdiri dari anggota OSIS dan PMR, lalu didampingi oleh masing-masing wali kelas, tim pemeriksa menggunakan kertas berisi huruf alphabet yang dirangkai dengan ukuran yang paling besar hingga yang paling kecil, guna untuk melihat sampai mana siswa dan siswi melihat dengan jelas huruf huruf tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami gangguan penglihatan ringan hingga sedang, seperti rabun jauh (miopia) dan silindris (astigmatisme). Mereka kemudian diberikan saran untuk pemeriksaan lanjutan dan penggunaan kacamata korektif jika diperlukan.
Dengan kegiatan seperti ini, SMK Yayasan Pharmasi menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan holistik siswa, tidak hanya dari aspek akademik, tapi juga kesehatan fisik sebagai modal utama dalam proses pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan karakter siswa sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah dalam suasana yang penuh keberkahan.
SMK Yayasan Pharmasi, Semarang, 12, September 2025— Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata serta mendeteksi gangguan penglihatan sedini mungkin, SMK Yayasan Pharmasi bekerja sama dengan OPTIK dan anggota OSIS serta PMR untuk membantu kegiatan pengecekan mata gratis bagi seluruh siswa-siswi.
Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing kelas dan diikuti antusias oleh seluruh siswa dari berbagai tingkat. Tim pemeriksa yang terdiri dari anggota OSIS dan PMR, lalu didampingi oleh masing-masing wali kelas, tim pemeriksa menggunakan kertas berisi huruf alphabet yang dirangkai dengan ukuran yang paling besar hingga yang paling kecil, guna untuk melihat sampai mana siswa dan siswi melihat dengan jelas huruf huruf tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami gangguan penglihatan ringan hingga sedang, seperti rabun jauh (miopia) dan silindris (astigmatisme). Mereka kemudian diberikan saran untuk pemeriksaan lanjutan dan penggunaan kacamata korektif jika diperlukan.
Dengan kegiatan seperti ini, SMK Yayasan Pharmasi menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan holistik siswa, tidak hanya dari aspek akademik, tapi juga kesehatan fisik sebagai modal utama dalam proses pendidikan.