SMK YAYASAN PHARMASI (1)
Siswa SMK Yayasan Pharmasi Mengikuti Seminar “ Penyelamatan Generasi Bangsa Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045 “

Pada tanggal 3 November 2023 Siswa SMK Yayasan Pharmasi mengikuti Seminar dari Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI ) dalam agenda roadshow 15 kota di Indonesia, yang bertempat di aula SMK Yayasan Pharmasi .

inisiator GGSI Prof.Dr.dr. Ridha Dharmajaya, Sp.BS(K)  adalah seorang dokter ahli spesialis  syaraf dan juga Guru Besar di Universitas Sumatera Utara (USU). Menurutnya, bonus demografi ini harus dikelola dengan baik, seraya mengantisipasi segala efek negatif yang dapat merusak generasi, di antaranya penggunaan gadget pada anak yang dapat merusak kesehatan.

“Penggunaan gadget yang berlebihan akan menghabiskan waktu lebih banyak digunakan untuk bermain dengan gadget dibanding beraktivitas  di alam sekitar. Ini menyebabkan tekanan dan penyempitan pada jaringan syaraf terutama pada tulang belakang dan leher,” katanya.

Keluhan yang terjadi pada penggunan gadget ini adalah cepat lelah, kurang konsentrasi, emosi tidak stabil yang sudah dialami oleh banyak anak-anak muda belia saat ini, karena kecanduan game online dan sosmed. 

foto webbb (1)

Apalagi ungkap Prof Ridha, Indonesia mendapatkan bonus demografi dengan pertumbuhan penduduknya. Tapi dengan penggunaan gadget berlebih justru bonus demografi ini akan menjadi bencana demografi. Ditambah lagi persaingan yang semakin tinggi. Orang asing bisa masuk dan banyak hal mulai dikerjakan oleh mesin. Sehingga pekerjaan akan semakin sulit didapat.

“Anak-anak SMA/SMK  harus sadar bahwa mereka ini adalah harapan bangsa. Untuk itu harus bisa menjadi generasi berkualitas. Oleh karrna itu, menjadi pintar, sehat dan bermoral yang baik bukanlah pilihan, tetapi kewajiban,” ujar Prof. Ridha.

Bagaimana agar generasi berkualitas bisa tercipta? Salah satunya bijak dalam penggunaan gadget. Penggunaan gadget yang tidak tepat akan berakibat terhadap kelumpuhan atau kecacatan.Alhasil, bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia saat ini justru bisa berujung menjadi bencana demografi.